Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke wilayah terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melihat langsung kondisi korban dan memastikan penanganan bencana berjalan. Prabowo kunjungi NTT pada Rabu (26/8/2026) dengan mendatangi tenda pengungsian warga korban gempa di Kabupaten Nagekeo.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah gempa NTT menyebabkan banyak warga terdampak, mulai dari korban meninggal dunia, warga luka-luka, hingga masyarakat yang harus mengungsi akibat rumah mengalami kerusakan. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus melakukan upaya penanganan dan pemulihan pascabencana.
Dalam agenda tersebut, Prabowo menyapa langsung warga yang berada di tenda pengungsian. Presiden juga mendengarkan kondisi serta kebutuhan masyarakat yang terdampak akibat gempa bumi.
Prabowo tiba di Kabupaten Nagekeo menggunakan helikopter kepresidenan dan langsung menuju lokasi penanganan bencana. Ia didampingi sejumlah pejabat pemerintah, seperti Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sebelum meninjau pengungsian, Presiden terlebih dahulu memimpin rapat koordinasi bersama jajaran terkait di Posko Penanganan Bencana Gempa NTT yang berada di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo.
Prabowo Kunjungi NTT Tinjau Korban Gempa
Prabowo kunjungi NTT untuk memastikan kondisi masyarakat setelah gempa bumi melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Dalam kunjungan lapangan ini, Presiden melihat secara langsung situasi pengungsi serta perkembangan penanganan yang dilakukan oleh pemerintah.
Berdasarkan laporan BNPB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT mencapai 105 orang. Selain itu, sebanyak 1.678 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan sekitar 179.037 warga harus mengungsi.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal tersebut merupakan hasil pendataan lanjutan dari berbagai proses penanganan di lapangan. Sebagian korban ditemukan melalui operasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan oleh tim SAR.
Menurut BNPB, wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo. Kerusakan juga terjadi pada puluhan ribu rumah warga yang berada di kawasan terdampak.
Data sementara menunjukkan sebanyak 81.436 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi NTT. Pemerintah kemudian melakukan berbagai langkah penanganan, seperti menyediakan tempat pengungsian, menyalurkan bantuan logistik, serta memberikan layanan kesehatan kepada korban.
Kehadiran Presiden di lokasi bencana menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat terdampak. Selain melihat situasi lapangan, Prabowo juga memastikan koordinasi antarinstansi berjalan agar proses pemulihan dapat dilakukan secara efektif.
Baca juga: Prabowo Tinjau Kebakaran Hutan Kalimantan, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal
Memastikan Pemerintah Hadir
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah pusat dan daerah akan terus bekerja untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa NTT. Ia menyebut seluruh jajaran pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
Prabowo mengatakan penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan pemberian bantuan, tetapi juga memastikan pelayanan publik tetap berjalan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi darurat.
“Pemerintah pusat sampai daerah akan bekerja keras memulihkan keadaan,” kata Prabowo saat memberikan keterangan di lokasi penanganan gempa.
Menurut Presiden, hal utama yang harus dilakukan pemerintah adalah mempercepat pelayanan dan memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan. Karena itu, seluruh instansi diminta untuk berkoordinasi dan fokus menjalankan tugas masing-masing.
Penanganan gempa NTT melibatkan berbagai pihak, mulai dari BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga organisasi kemanusiaan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi, distribusi bantuan, serta pemulihan kondisi masyarakat.
Selain kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal sementara, pemerintah juga memperhatikan kondisi psikologis warga yang terdampak. Trauma akibat bencana menjadi salah satu perhatian, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Pemerintah memastikan pemantauan terhadap lokasi terdampak akan terus dilakukan. Langkah lanjutan seperti perbaikan rumah warga dan fasilitas umum juga akan menjadi bagian dari proses pemulihan pascabencana.
Baca juga: Menhut Raja Juli Tidak Hadir Saat Prabowo Cek Karhutla, Ini Penjelasan Istana dan Fakta di Lapangan
Alasan Prabowo Baru Datang ke NTT
Setelah Prabowo kunjungi NTT, Presiden menjelaskan alasan dirinya tidak langsung datang ke lokasi gempa ketika bencana baru terjadi. Ia mengatakan keputusan tersebut dilakukan agar instansi terkait dapat lebih leluasa menangani kondisi darurat tanpa terganggu agenda kunjungan pejabat.
Prabowo menilai kehadiran terlalu banyak pejabat pusat di lokasi bencana dapat membuat fokus pemerintah daerah terbagi. Menurutnya, petugas lapangan seharusnya lebih banyak berkonsentrasi memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung,” ujar Prabowo dalam rapat penanganan gempa di Nagekeo.
Presiden menjelaskan bahwa setiap kunjungan pejabat pusat membutuhkan pendampingan dari pemerintah daerah. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi fokus aparat daerah yang sedang menangani kebutuhan korban bencana.
Menurut Prabowo, prioritas utama dalam situasi darurat adalah memastikan bantuan cepat diberikan dan pelayanan kepada korban berjalan dengan baik. Karena itu, ia memilih memberikan ruang kepada jajaran terkait untuk bekerja terlebih dahulu sebelum datang langsung ke lokasi.
Kunjungan Presiden ke NTT kemudian dilakukan untuk melihat perkembangan penanganan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat telah mendapatkan perhatian pemerintah. Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memantau kondisi korban hingga proses pemulihan selesai.
Gempa NTT menjadi salah satu bencana besar yang membutuhkan koordinasi berbagai pihak. Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, proses rehabilitasi diharapkan dapat berjalan secara bertahap sehingga masyarakat terdampak dapat kembali menjalani aktivitas normal.

Leave a Reply