Dasco Temui Demo Mahasiswa, Janji Penuhi Tuntutan Rakyat

dasco demo

Dasco menjadi sorotan publik setelah menemui langsung massa aksi mahasiswa yang menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (19/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, pimpinan DPR menyatakan akan menindaklanjuti berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa terkait kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, hingga isu demokrasi.

Politikar mencatat, pertemuan antara pimpinan DPR dan perwakilan mahasiswa berlangsung setelah ribuan peserta aksi menyuarakan keresahan masyarakat terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok, kelangkaan BBM bersubsidi, serta berbagai kebijakan publik yang dinilai perlu dievaluasi.

Demonstrasi yang berlangsung sejak sore hari itu diikuti mahasiswa dari sejumlah kampus, termasuk Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Esa Unggul, serta organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Aksi tersebut menjadi salah satu demonstrasi mahasiswa terbesar dalam beberapa bulan terakhir karena membawa isu ekonomi, kesejahteraan rakyat, dan supremasi sipil yang tengah menjadi perhatian publik.

Dasco Temui Mahasiswa di DPR

Sekitar pukul 19.28 WIB, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mendatangi massa aksi yang masih bertahan di depan Kompleks Parlemen.

Keduanya menyampaikan hasil dialog tertutup yang sebelumnya dilakukan dengan perwakilan mahasiswa di dalam Gedung Nusantara DPR RI.

Dalam keterangannya, Dasco menyebut sejumlah aspirasi mahasiswa telah langsung diteruskan kepada pihak pemerintah melalui komunikasi telepon dengan pejabat terkait.

Menurutnya, beberapa tuntutan yang menjadi kewenangan pemerintah telah disampaikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Selain itu, DPR juga berjanji akan mengawal berbagai tuntutan yang berkaitan dengan fungsi legislasi dan pengawasan parlemen.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan ratusan mahasiswa yang masih bertahan mengikuti aksi hingga malam hari.

Kehadiran Dasco di tengah demonstrasi mendapat perhatian karena jarang terjadi pimpinan DPR menemui langsung massa aksi di lokasi unjuk rasa.

Baca juga: Budiman Sudjatmiko Digeruduk Mahasiswa UGM, Diskusi Berakhir Ricuh

Tuntutan Mahasiswa dan Isu Ekonomi Nasional

Aksi mahasiswa kali ini didominasi oleh isu ekonomi yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.

Kelangkaan BBM bersubsidi menjadi salah satu persoalan utama yang disorot peserta demonstrasi.

Mahasiswa menilai kondisi tersebut telah memicu efek berantai terhadap harga kebutuhan pokok dan biaya hidup masyarakat.

Selain persoalan BBM, mahasiswa juga menyoroti kesejahteraan guru honorer, stabilitas ekonomi nasional, serta efektivitas sejumlah program pemerintah.

Beberapa tuntutan yang disampaikan dalam aksi antara lain:

  • Menjamin ketersediaan BBM bersubsidi.
  • Menurunkan harga bahan pokok.
  • Mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Meningkatkan transparansi penggunaan anggaran negara.
  • Memperkuat supremasi sipil.
  • Menjaga stabilitas ekonomi nasional.
  • Memastikan kebijakan pemerintah berpihak kepada rakyat.

Dalam dialog tersebut, Dasco menyampaikan bahwa pemerintah telah menerima berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa.

Sementara itu, Saan Mustopa menjelaskan bahwa pemerintah melalui Badan Gizi Nasional sedang melakukan evaluasi terhadap program MBG yang disebut berpotensi menghasilkan efisiensi anggaran cukup besar.

Pihak DPR juga berjanji memfasilitasi dialog lanjutan antara mahasiswa dan pemerintah agar berbagai tuntutan dapat dibahas secara lebih mendalam.

Janji tersebut mendapat respons beragam dari peserta aksi yang meminta adanya bukti nyata dan langkah konkret dari pemerintah.

Baca juga: GMKI Serukan Pemulihan Ekonomi, Minta Pemerintah Lindungi Daya Beli Masyarakat

Respons DPR dan Potensi Gelombang Aksi Berikutnya

Perwakilan mahasiswa menyambut baik kesempatan dialog yang diberikan DPR. Namun mereka menegaskan bahwa pengawalan terhadap hasil pertemuan akan terus dilakukan.

Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Dhenni Ribowo, menyatakan bahwa komitmen yang disampaikan pemerintah dan DPR harus diwujudkan melalui kebijakan nyata.

Menurutnya, persoalan kelangkaan BBM tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memengaruhi harga kebutuhan pokok serta kondisi perekonomian masyarakat secara keseluruhan.

Mahasiswa menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret agar keresahan publik tidak semakin meluas.

Dhenni juga mengingatkan bahwa kegagalan memenuhi janji dapat memicu munculnya gelombang demonstrasi berikutnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai aspirasi, tetapi juga sebagai pengawas jalannya kebijakan publik.

Di sisi lain, DPR berupaya menunjukkan komitmennya dengan membuka ruang komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah.

Langkah yang dilakukan Dasco dan jajaran pimpinan DPR dinilai sebagai upaya meredam ketegangan sekaligus memastikan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan kepada pengambil kebijakan.

Meski demikian, publik masih menunggu realisasi dari berbagai janji yang telah disampaikan dalam dialog tersebut.

Keberhasilan pemerintah menindaklanjuti tuntutan mahasiswa akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah situasi politik dan sosial dapat tetap kondusif dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan berbagai persoalan ekonomi yang masih menjadi perhatian masyarakat, aksi mahasiswa diperkirakan akan terus menjadi salah satu instrumen kontrol publik terhadap jalannya pemerintahan. Kehadiran Dasco dalam dialog tersebut menjadi momentum penting yang akan diuji melalui langkah nyata dan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.